Comparison of Judges' Decisions on Isbat Nikah in the Marriage of Minors in the Religious Courts of Bulukumba

Authors

  • Sitti Fatimah Tarimana Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
  • Rahmi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
  • Muhammad Arash bin Mahmusin Universiti Sains Islam Malaysia

Keywords:

Isbat of Marriage, Child Marriage , Religious Court Judgement, Judge's Decision, Bulukumba Religious Court

Abstract

Isbat nikah (isbat of marriage) is needed by some people who do not have a marriage book, because with the approval of the Judge's decision, the party applying for isbat can register their marriage book. This study aims to reveal the judge's consideration in deciding the isbat nikah case of marriage of minors at the Bulukumba Religious Court. This empirical research was conducted at the Bulukumba Religious Court. The research approach is juridical-normative by observing the decision. Data collection techniques in this study are interviews, observation and documentation. The results of the study indicate that the Judge's consideration in deciding the Isbat Nikah Case for Marriage of Minors remains based on Law Number 1 of 1974 on the amendment of Law Number 16 of 2019. Whatever the reason for the litigant in applying for Isbat Nikah when violating the existing law, the judge has the right to decide the case accordingly. The causes of child marriage in Bulukumba Regency are caused by a number of factors, including economy, education and socio-culture. Socio-cultural factors are more often used as a reason by perpetrators of early marriage, with following in the footsteps of parents as the most frequently mentioned factor. An understanding of the changes in the age of marriage rules in Indonesia must be socialised so that there are no violations of the marriage law.

References

Agung Prama Sarno, A. dan S. N. F. T. (2022). Perspektif Hukum Islam Terhadap Perkawinan Siri Bagi Prajurit Tni Terhadap Istri Kedua. Qadauna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Keluarga Islam, 3 (2), 380.

Darmi, L. S. dan N. I. (2022). Urgensi Pencatatan Nikah Dalam Perspektif Hukum Islam dan Hukum Positif (Studi Kasus Terhadap Pemahaman Masyarakat Desa Tellangkere Kecamatan Tellu Limpoe). Qadauna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Keluarga Islam, 4 (1), 221. http://doi.org/10.24252/qadauna.v4il.30880

Efrinaldi, J. dan M. Y. (2023). REVEALING THE DILEMMA OF MARRIAGE DISPENSATION REGULATIONS IN INDONESIA. ADHKI: JOURNAL OF ISLAMIC FAMILY LAW, 5 (1), 34. https://doi.org/10.37876/adhki.v5i1.113

Fandi, A. M. I. dan. (2020). Efektivitas dan Kursus Calon Pengantin Terhadap Pencegahan Perceraian. Shautuna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Perbandingan Mazhab, 1 (3), 279.

Firmansyah. (2019). Diskursus Makna Keadilan Dalam Poligami. Mazahibuna: Jurnal Perbandingan Mazhab, 1(1), 79.

Hakiki, Q. G. dan S. N. F. T. (2022). PANDANGAN HAKIM TERHADAP ISBAT NIKAH SIRI PRA UNDANG-UNDANG TAHUN 1974 TENTANG PERKAWINAN DI PENGADILAN AGAMA MALILI KELAS II. Qadauna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Keluarga Islam, 4 (1),17. https://journal3.uin-alauddin.ac.id/index.php.qadauna/article/download/30661/16140

Hendrah, N. S. (2021). Usia Perkawinan Perspektif Maqashid Syariah; Analisis terhadap Undang-Undang Perkawinan di Indonesia. Shautuna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Perbandingan Mazhab, 2 (2), 546. http://doi.org/10.24252/shautuna.v2i2.18502

HL, H. dan R. (2021). Upaya Pasangan Tunanetra dalam Membentuk keluarga Sakinah; Studi Kasus di Kecamatan Manggala Kota Makassar. Shautuna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Perbandingan Mazhab, 2 (1), 147.

Jusnita, R. (2020). PENCEGAHAN PERNIKAHAN DINI OLEH ORGANISASI KEPEMIMPINAN PEREMPUAN MUDA. Siyasatuna, 1 (2), 254.

M. Halim Asnawi, S. H. (2023). Diskrepansi Sanksi Adat terhadap Pelaku Tindak Pidana Pencurian Menurut Tokoh Adat dan Tokoh Agama. Shautuna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Perbandingan Mazhab, Vol. 4(No. 1), h. 25. https://doi.org/10.24252/shautuna.vi.33418

Maidin, M. S. (2019). Nikah Mut’ah Perspektif Hadis Nabi SAW. Mazahibuna: Jurnal Perbandingan Mazhab, 1(2), 217.

Maika Dian Agustin, R. A. (2022). Faktor Penyebab Melonjaknya Angka Perkawinan Anak di Kalangan Remaja Selama Pandemi Covid 19. Sipakalebbi, 6 (1), 68–69. http://journal.uin-alauddin.ac.id/index.php/sipakalebbi/article/view/28474/15242

Muhammad Ishky Rumaf, M. T. M. dan A. M. I. (2022). STRATEGI PENANGGULANGAN NIKAH SIRI PADA KANTOR URUSAN AGAMA KOTA TERNATE UTARA DALAM PRESPEKTIF MASLAHAN MURSALAH. Jurnal Istiqra, 10 (1), 122.

Musfira, J. J. dan istiqamah. (2021). Analisis Pelaksanaan Isbat Nikah Terhadap Pwrnikahan Siri di Pengadilan Agama Bantaeng. El-Iqtishady : Jurnal Hukum Ekonomi Syariah, 2 (2), 63.

Nur ihdatul musyarrafa, subehan K. (2020). batas usia pernikahan dalam islam; analisis ulama mazhab terhadap batas usia nikah. Shautuna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Perbandingan Mazhab, 1(3), 704. http://doi.org/10.24252/shautuna.v1i3.15465

Nur Ilma Asmawi dan Muammar Bakry. (2020). Kebebasan Perempuan dalam Memilih Calon Suami; Studi Perbandingan Antara Mazhab Syafi’i Dan Hanafi. Mazahibuna; Jurnal Perbandingan Mazhab, 2 (2), 7. https://doi.org/10.24252/mh.v2i2.17817

Nur Umniati Kalsum, L. S. dan M. F. (2023). Permohonan Dispensasi Nikah di Pengadilan Agama Maros Kelas 1B Perspektif Hukum Islam. Qadauna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Keluarga Islam, 4 (2), 340. https://doi.org/10.24252/qadauna.v4i2.30010

Nurmayasari, Patimah, R. H. (2021). ANALISIS YURIDIS PUTUSAN HAKIM TERHADAP ISBAT NIKAH ANAK DIBAWAH UMUR. Iqtishaduna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Jurusan Hukum Ekonomi Syariah, 2 (3), 165.

Sirajuddin, M. S. R. dan M. I. (2022). DAMPAK PERNIKAHAN ANAK TERHADAP KESEJAHTERAAN RUMAH TANGGA PERSPEKTIF HUKUM ISLAM. Qadauna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Keluarga Islam, 4(1),39. https://doi.org/10.24252/qadauna.v4i1.29166%0A

Suhaebatul Khaerah, S. dan H. H. (2021). Peran Penghulu Dalam Menentukan Hak Perwalian Atas Anak Perempuan yang Lahir Akibat Hamil di Luar Nikah (Studi kasus di Kantor Urusan Agama Kec. Ujungloe Kab. Bulukumba). Qadauna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Keluarga Islam, 3 (1), 118.

Ummul Khaerah S, I. I. (2022). Analisis Maqashid Syariah Terhadap Penetapan Itsbat Nikah Bagi Suami yang Telah Meninggal Dunia (Studi Kasus Penetapan Hakim Pengadilan Agama Bulukumba Nomor 64/Pdt.P/2020/PA.Blk). Qadauna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Keluarga Islam, 4(1), 159. https://doi.org/10.24252/qadauna.v4il.30683

Yul hidayah, M. J. J. dan M. I. (2022). ANALISIS PUTUSAN HAKIM TENTANG WALI ADHAL DI PENGADILAN AGAMA WATANSOPPENG (STUDI TERHADAP PUTUSAN NO. 12/Pdt.P/2021/PA.Wsp). Qadauna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Keluarga Islam, 4(1),130.

Yuliani Safitri, A. S. (2022). Peranan dan Efektifitas Hakim di Persidangan Dalam Menekan Angka Perceraian; Studi Kasus Pengadilann Agama Kabupaten Soppeng. Shautuna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Perbandingan Mazhab, 3(2), 445.

Yusmi, Z. A. dan A. S. (2022). PELAKSANAAN ISBAT NIKAH TERHADAP PERKAWINAN SIRI. Qadauna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Keluarga Islam, 3 (3), 484.

Published

2023-11-30

How to Cite

Tarimana, S. F., Rahmi, & Mahmusin, M. A. bin. (2023). Comparison of Judges’ Decisions on Isbat Nikah in the Marriage of Minors in the Religious Courts of Bulukumba. PAREWA SARAQ: JOURNAL OF ISLAMIC LAW AND FATWA REVIEW, 2(2). Retrieved from https://ejournal.sulselmui.com/index.php/PS/article/view/21
Abstract Views: 33